Sibuk terus belum tentu produktif. Overworking bisa diam-diam merusak kesehatan mental. Kenali batas diri sejak awal lewat tes kesehatan mental agar tetap seimbang, sehat, dan berkelanjutan.
Pernah ngerasa sibuk terus tapi malah makin capek dan kehilangan semangat? Bisa jadi kamu sedang overworking tanpa sadar. Di era kerja cepat dan serba digital kayak sekarang, batas antara “produktif” dan “kelelahan” makin kabur. Banyak orang bangga dibilang workaholic, padahal diam-diam tubuh dan pikirannya udah minta tolong.
Yang lebih bahaya lagi, banyak yang nggak sadar kalau tekanan kerja itu sudah mengarah ke masalah kesehatan mental. Karena itu, penting banget buat mulai aware sama tanda-tanda awal stres kronis. Salah satu cara sederhana tapi efektif buat mengenali kondisi diri adalah lewat tes kesehatan mental online.
Budaya Sibuk yang Disalahpahami
Di media sosial, kita sering lihat tren yang mengagungkan kesibukan — hustle culture. Caption kayak “no days off”, “sleep is for the weak”, atau “kerja keras dulu, healing nanti” sering banget muncul di timeline. Padahal, cara pikir kayak gini pelan-pelan bisa merusak kesehatan mental.
Menurut laporan dari Harvard Business Review, lebih dari 60% pekerja muda global mengaku mengalami gejala burnout meski mereka merasa “baik-baik saja”. Banyak yang nggak sadar karena menganggap lelah itu hal normal dalam mengejar mimpi. Tapi yang sering terlupakan, tubuh dan pikiran manusia punya batas. Kalau dipaksa terus, hasilnya bisa fatal — bukan cuma stres, tapi juga gangguan tidur, anxiety, bahkan depresi.
Overworking Itu Nggak Sama dengan Produktif
Banyak orang berpikir makin lama kerja, makin besar hasilnya. Padahal nggak selalu begitu. Saat kamu udah kelelahan, otak nggak bisa fokus maksimal. Akibatnya, kualitas kerja malah turun, keputusan jadi lebih lambat, dan kamu butuh waktu lebih lama buat menyelesaikan sesuatu yang sebenarnya bisa cepat kelar kalau pikiranmu segar.
Studi dari Stanford University bahkan menunjukkan bahwa produktivitas seseorang akan menurun drastis setelah melewati 55 jam kerja per minggu. Setelah titik itu, tambahan jam kerja nggak lagi berarti hasil yang lebih baik, tapi justru memperbesar risiko stres dan gangguan fisik.
Jadi, kalau kamu sering kerja sampai larut malam, bawa laptop waktu liburan, atau merasa bersalah saat istirahat, bisa jadi kamu udah masuk zona overworking tanpa sadar.
Tes Kesehatan Mental Online Bisa Jadi Langkah Awal
Salah satu langkah paling mudah buat mengenali kondisi emosionalmu adalah dengan ikut tes kesehatan mental online. Tes ini dirancang buat membantu kamu memahami tingkat stres, kecemasan, atau kelelahan mental yang mungkin kamu alami.
Tes ini biasanya berisi beberapa pertanyaan seputar perasaan, pola tidur, produktivitas, dan reaksi terhadap tekanan. Hasilnya bisa memberikan gambaran apakah kamu masih dalam tahap wajar atau mulai butuh perhatian lebih.
Yang penting, tes ini bukan diagnosis, tapi early warning system — semacam alarm yang kasih tahu kamu kalau ada yang nggak beres di dalam diri.
Fakta: Burnout Bukan Masalah Pribadi, Tapi Fenomena Global
Menurut laporan World Health Organization (WHO), burnout kini dikategorikan sebagai “fenomena pekerjaan” yang nyata. Bukan cuma di sektor korporat, tapi juga di kalangan pelajar, tenaga kesehatan, dan pekerja lepas. Di Indonesia sendiri, hasil survei Mindtera Insight 2024 menunjukkan 7 dari 10 karyawan merasa kelelahan mental akibat beban kerja dan ekspektasi tinggi dari atasan.
Fenomena ini makin marak sejak pandemi, ketika sistem kerja berubah jadi remote dan batas jam kerja makin nggak jelas. Banyak orang merasa harus selalu “online” buat menunjukkan kinerja, padahal tubuh dan pikiran butuh istirahat juga.
Dunia Kerja Mulai Berubah Arah
Menariknya, sekarang banyak perusahaan mulai sadar bahwa kesejahteraan mental karyawan sama pentingnya dengan target kerja. Beberapa perusahaan besar sudah menerapkan kebijakan mental health day, jam kerja fleksibel, bahkan sesi check-in mingguan buat memastikan karyawan nggak terjebak di lingkaran stres.
Fenomena ini juga makin kuat setelah banyak kasus burnout viral di media sosial, terutama dari generasi muda yang mulai berani bicara soal kesehatan mental. Mereka nggak mau lagi dibilang “lemah” cuma karena butuh istirahat. Justru, mereka paham bahwa produktivitas sejati datang dari kondisi pikiran yang sehat.
Penutup: Hidup Sehat Itu Nggak Cuma Soal Fisik
Overworking sering kali dianggap bukti dedikasi, padahal bisa jadi tanda kamu lagi mengabaikan diri sendiri. Dunia kerja boleh makin cepat, tapi kamu tetap manusia yang butuh jeda. Jangan tunggu sampai burnout baru sadar kalau kesehatan mental jauh lebih penting daripada target jangka pendek.
Kalau kamu pengin tahu kondisi emosionalmu dengan lebih jelas, kamu bisa coba platform dari NSD (Nirmala Satya Development). Di sana tersedia berbagai asesmen psikologis termasuk tes kesehatan mental online yang dirancang oleh profesional. Tes ini bisa bantu kamu mengenali tingkat stres, kecemasan, dan keseimbangan emosionalmu — sebelum semuanya terlambat. Karena kerja keras itu penting, tapi sadar batas diri jauh lebih berharga.